Jumat, 14 April 2017

coffee studio

Seniman Coffee Studio : Kedai Kopi Unik di Ubud Bali


Weekend kemaren, aku diculik ke Ubud ama blogger paling #congkak se Indonesia, ya pasti udah pada tahu lah ya, itu tuh si Cumilebay.com. Heuheuheu. Katanya sih si doi lagi ada project di Pasar Ubud, yaudah aku ngikut aja.

Jujur ya, meski udah puluhan kali ke Bali, ini baru pertama kali aku ke Ubud, itulah yang bikin aku semangat buat diculik ke Ubud. Sebenernya gak terlalu jauh sih Ubud itu, cuma gegara Macet cet cet, jadinya rasanya lamaaa bangeeet sampai sana.

Ternyata Ubud itu rame juga ya ama bule, meskipun jauh dari pantai. Karena disini yang dijual bukan pemandangan pantai, tapi pemandangan pedesaan, persawahan dan hutan penuh monyet.

Karena aku gak mau ikutan blusukan ke Pasar Ubud, akhirnya aku minta diturunin aja di salah satu cafe di sekitar Pasar Ubud, setelah muter muter beberapa kali, akhirnya nemu tuh tempat nongki, namanya Hujan Locale yang lokasinya di Jalan Sriwedari. Tapi pas kita udah duduk di salah satu kursi di pojokan, tiba tiba salah satu karyawan mendekat dan bilang "maaf mas, sekarang belum buka, nanti jam 12 baru buka". Weleh, ternyata belum buka, dan pas kulihat jam, sekarang baru jam 11 siang.

Yaudah kita jalan mlipir ke sebelahnya, kita jalan kaki karena om cumi udah meluncur ke Pasar Ubud pake mobil. Gak jauh dari Hujan Locale, kita nemu cafe yang lucu deh, namanya Seniman Coffee Studio yang lokasinya masih di Jalan Sriwedari juga.

seniman coffee studio ubud bali 3
Saat memasuki cafe nya, aku merasa asing nih, lha wong cafe ini udah penuh ama penikmat kopi yang semuanya bule, sekali lagi "bule". Cuma kita dan barista nya yang lokal, heuheuheu.

Sesuai dengan namanya ya, bagian dalam nya didesain dengan penuh nuansa seni. Aku terpukau dengan kursi kursi plastik putih yang sebenarnya biasa saja, tapi disulap menjadi kursi goyang dengan menambahkan kayu di kaki kaki nya. Kemudian penyajiannya itu lho, satu sajian kopi terdiri dari satu gelas kopi, sepotong kue (nagasari), dan segelas air putih yang gelasnya terbuat dari botol yang dibentuk/dipotong menjadi gelas.

seniman coffee studio ubud bali 1

Menurutku spot yang paling oke buat nongkrong tuh ya di depan bar nya, disitu kita bisa melihat langsung para barista dalam mengolah biji kopi menjadi satu sajian kopi yang nikmat. Bila melihat gelas gelas kimia yang digunakan, rasanya lagi nongkrong di Laboratorium Kimia gitu deh.

Oia jangan lupa buat menyapa barista nya, mereka ramah ramah, dan senang bila pengunjung bertanya tanya. Seperti aku kemaren, sampai sampai aku disuruh nyicip kopi hasil racikannya, gak tanggung tanggung, aku dapet 3 sloki kecil dari 3 jenis kopi yang berbeda, ada kopi Sumatra, Kintamani dan Kenya. Nah dari ketiganya itu, yang paling special tuh yang Kopi Kenya, rasanya ringan mirip banget ama rasa teh yang diseduh tanpa gula, cuman agak wangi wangi gimana gitu.


Selain menyajikan kopi nikmat yang dinikmati di tempat, Seniman Coffee ini juga menjual Biji Kopi dan teh seduh lho, jadi bisa diolah di rumah dan dinikmati kapan aja. Selain itu juga menjual pernak pernik/merchandise seperti kaos, tote bag, berbagai peralatan yang terbuat dari botol bir yang didaur ulang, dan alat pembuat kopi. Nah lebih lengkapnya silakan kunjungi website nya di http://senimancoffee.com

Jadi buat kalian yang hobi nongkrong, hobi ngopi dan pengen merasakan suasana lain dalam menikmati sajian kopi, monggo mampir ke Seniman Coffee Studio yang beralamat di Jalan Sriwedari No. 5 Ubud, Bali

pondok kopi savier

Ke Sarangan? Cobain Mampir di Pondok Kopi Savier

Cuaca yang sudah tidak bersahabat sejak saya masih di Magetan hingga tiba di Sarangan alhasil membuat Sarangan hari itu menjadi terasa sangat dingin. Setelah mengisi amunisi sembari menunggu hujan reda di Warung Iga Bakar Yang Goprak, lalu nekat keliling di Telaga Sarangan walaupun dalam kondisi gerimis, akhirnya sebelum pulang saya memutuskan untuk mampir dulu di sebuah Kedai Kopi yang terletak di Jalan Raya Sarangan – Tawangmangu. Namanya Pondok Kopi Savier. Mengunjungi tempat wisata di daerah yang dingin selalu membuat saya penasaran ingin mencicipi kuliner yang serba panas. Kebayang kan nikmatnya membungkus tubuh dengan jaket tebal sembari menyeruput secangkir minuman panas.
Tepat pukul tiga sore, saya dan Chunil (nama panggilan untuk adik semata wayang saya), sudah bertolak dari Telaga Sarangan menuju Pondok Kopi Savier. Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke sana. Selain memang lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Telaga Sarangan, adik saya pun sebelumnya sudah pernah ke Kedai Kopi ini. Jadi tidak perlu get lost.
Saat tiba di sana, beberapa mobil dan sepeda motor sudah berjejer rapi. Seperti kata adik saya, tempat ini memang selalu ramai pengunjung. Dari luar, Pondok Kopi Savier keliatannya tidak terlalu besar. Saya pun sudah khawatir kalau tidak kebagian tempat duduk.
Pondok Kopi Savier
Pondok Kopi Savier
Namun saat masuk ke dalam, saya bingung sendiri karena ternyata masih banyak tempat kosong. Loh?? Ternyata area duduk bagi pengunjung tidak hanya terletak di area depan saja. Kalau turun lagi sedikit ke bawah, area duduk masih sangat luas.
Jalan Turun Ke Area Bawah Pondok Kopi Savier
Jalan Turun Ke Area Bawah Pondok Kopi Savier
Tinggal pilih mau duduk di area mana. Yaa…, kalau masih sepi juga sih. Kalau sedang ramai seperti saat saya datang, pilihan tempat duduk yang viewnya pas agak susah didapatkan. Nah, saya sendiri sebenarnya cukup beruntung karena mendapatkan tempat duduk yang viewnya lumayan bagus. Sayangnya karena cuaca yang sedari tadi mendung dan sempat hujan, pemandangannya jadi tertutup kabut ðŸ˜¦
Pemandangan Yang Masih Tertutup Kabut Tebal
Pemandangan Yang Masih Tertutup Kabut Tebal
Hal pertama yang saya lakukan setelah mendapatkan tempat duduk adalah order menu. Saat melihat daftar menu, ternyata pilihan menunya cukup banyak. Yang bikin happy juga adalah harganya yang sangat bersahabat dengan dompet. Walaupun terlihat sebagai tempat yang mewah, kulineran di Pondok Kopi Savier ternyata tidak bikin dompet meringis.
Ayo Dipilih Menunya :D
Ayo Dipilih Menunya ðŸ˜€
Pilihan kami akhinya jatuh pada kopi susu dan coklat conpana panas. Untuk kunyah-kunyah, berhubung masih agak kenyang, kami hanya memesan pisang bakar keju dan brokoli krispy. Nyummm…!
Ketika pesanan minuman datang, tidak menunggu lama saya langsung menyeruput coklat yang masih mengepul panas. Enak! Belum lagi snack yang saya pesan rasanya tidak kalah enak. Secara keseluruhan, makanan dan minuman di Pondok Kopi Savier ini okelah.
Kopi Susu & Coklat Panas ala Savier
Kopi Susu & Coklat Conpana Panas ala Savier
Snacknya Juara, Nyumm...
Snacknya Juara, Nyumm…
Oh iya, saya juga cukup beruntung. Ketika pesanan datang, perlahan kabut mulai menghilang. View dari Pondok Kopi Savier yang digadang-gadang bisa menyejukkan mata dan hati akhirnya bisa saya lihat sembari menikmati hidangan makanan dan minuman.
Pemandangannya Bikin Mata Adem
Pemandangan Senjanya Bikin Mata Adem
Puas sekali. Udara dingin yang sejuk, pemandangan yang indah, serta makanan minuman yang rasanya enak, benar-benar menjadi perpaduan yang luar biasa. Recommended untuk dicoba. Tempatnya pas untuk berkumpul bersama keluarga dan teman. Yang mau kencan di sini juga bisa loh, dijamin suasananya jadi makin romantis ðŸ˜€

Garang Asem

Garang Asem Bu Parti Ngasinan Jetis Ponorogo

‘GARANG ASEM SUPER PEDAS’ BU PARTI

youtube.com
youtube.com
youtube.com
youtube.com
youtube.com
youtube.com
Selain pelanggan dari warga sekitar, garang asem Bu Parti ini juga terkenal hingga ke ibu kota. Sebut saja Edhie Baskoro Yudhoyono, putra dari mantan presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Dari kalangan artis pun juga ada seperti Ikang Fawzi. Bahkan pengunjung dari negara lain seperti dari Italia dan juga Jerman.
Setelah tadi kita melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan garang asem Bu Parti di Ngasinan Jetis Ponorogo. Sekarang waktunya untuk mencicipi bagaimana lezatnya masakan dari Bu Parti ini. Pengunjung yang menikmati masakan garang asem Bu Parti ini sangat puas sekali dengan rasa garang asem yang ditawarkan ini. Tidak asal pedas namun masakan ini juga tetap terjaga kelezatannya.
youtube.com
youtube.com
Selain garang asem pedas, ada juga ayam goreng, garang asem tawon, ikan bandeng dan masih banyak lagi. Bagaimana, anda tertarik untuk mencicipinya? Datang saja langsung bersama teman dan keluarga untuk berwisata kuliner ke ngasinan Jetis Ponorogo. Warung makan Bu Parti ini buka mulai dari jam 7 pagi sampai jam 10 malam dan akan mulai ramai pengunjung saat jam-jam makan siang.

joglo manis

JOGLO MANIS PONOROGO


Sore tadi (12/7) saya sekeluarga ngabuburit ke Ponorogo. Niatnya cari baju buat bapaknya anak-anak. Baru setengah perburuan si kecil sudah merengek. Mintanya sih istirahat, tapi sebetulnya dia lapar. Okelah, baru dapat baju atasan gpp. Dilanjut besok saja tanpa anak-anak. Sekarang isi perut dulu. Di mana? Di rumah makan favorit kami: Joglo Manis Ponorogo.
Sudah beberapa kali kami makan di Joglo Manis Ponorogo dan belum pernah kecewa. Saking belum pernah kecewanya, sampai-sampai kami malas cari tempat makan yang lain. Kalau ke Ponorogo ya makannya di Joglo Manis :-) .
Berhubung posisi kami di Alun-alun Ponorogo, maka untuk ke rumah makan yang berada di Jalan Sultan Agung no. 52 ini kami mengambil arah ke Utara, terus sampai ketemu lampu merah lalu belok ke kanan. Ketemu perempatan Pasar Legi (Pasar Songgo Langit) yang ada bunderan dan patungnya, lurus sampai ketemu lampu merah lagi, belok kanan. Oya, di Ponorogo banyak patung dan bunderan ya, jangan keliru. Berhubung tadi lupa belok kanan pas ketemu lampu merah, kami kebablasan dan harus putar balik di depan kampus UNU (Universitas Nahdhatul Ulama). Tidak jauh kok. Dari situ baru kami mengarah ke kiri ke Jalan Sultan Agung. Posisi Joglo Manis Ponorogo ada di kiri jalan, setelah kantor Telkom (kantornya di kanan jalan), dekat toko Dunia Mainan.
Ringkasnya, dari Jalan Diponegoro ke Utara sampai lampu merah. Belok kanan ke Jalan Urip Sumoharjo, lurus sampai lampu merah Pasar Legi. Lurus lagi di Jalan Ahmad Dahlan sampai ketemu lampu merah. Belok kanan, itulah Jalan Sultan Agung.
Eh tapi...ternyata jalan yang kami tempuh itu memutar. Menurut Mbak Vhoy, yang asli Ponorogo, jalur termudah adalah dari alun-alun ambil arah ke Timur mengikuti Jalan Jenderal Sudirman. Ketemu lampu merah, lurus saja mengikuti Jalan Gajah Mada. Ketemu lampu merah lagi, belok kiri. Itulah Jalan Sultan Agung. Kalau dengan rute ini, Joglo Manis berada di sisi kanan jalan. Makasih masukannya, ya, Mbak Vhoy!
Dari depan Joglo Manis ini kelihatan kecil. Tapi jangan khawatir, bentuknya memanjang ke belakang. Karena lebar depannya kurang inilah urusan parkir mobil agak susah. Biasanya kami parkir miring di pinggir jalan. Kalau penuh bisa juga parkir di seberang jalan, di depan kantor koperasi (kalau tidak salah).
Pintu masuk ada di bagian Utara, tapi bisa juga sih masuk lewat bagian penjualan oleh-oleh. Kalau lewat pintu masuk, kita akan disambut dengan deretan pohon hijau dan pramusaji. Bisa juga cuci tangan di situ. Pilihan tempat duduknya beragam. Ada lesehan di dalam, lesehan dekat kolam dan tempat duduk. Berhubung Joglo Manis sedang dalam tahap akhir renovasi toilet dan musholla, kami pilih lesehan di dalam. Lesehan dalam ini bisa muat sekitar lima baris meja. Ada yang dua meja per baris, ada yang satu meja. Ada kipas angin dan lampu model lama.

Lesehan dalam

Hiasan dinding. Unik, ya?
Sesudah milih tempat duduk, mas pramusaji yang berseragam kaos kuning mengantar menu. Kami pilih sop buntut favorit anak-anak. Sop buntut ini recommended banget. Dagingnya banyak, kuahnya melimpah. Satu porsi sop buntut bisa untuk berdua. Harganya Rp 30.000,00 sudah termasuk satu porsi nasi putih. Jadi cukup nambah satu porsi nasi putih lagi untuk dua anak. Sayangnya nggak sempat difoto karena langsung disikat.

Menu favorit.
Berhubung saya dan suami berpuasa, kami memilih menu untuk dibawa pulang. Pilihan jatuh pada Salad Jawa. Penasaran deh saya. Ternyata isinya wortel, buncis, kentang, keripik kentang, telur bacem separo yang luarnya sampai gelap, dua iris lidah sapi empuk, selembar daun selada plus irisan bawang bombay mentah. Siramannya? Kuah bacem pekat dengan bawang goreng. Rasanya cukup istimewa. Harganya Rp 19.000,00.

Penampakan saat masih dibungkus. Pas dibuka di rumah sudah nggak sempat terfoto hehe...
Minumannya? Anak-anak sih suka jus buah. Aneka jus buah ada di sini dengan harga mulai dari Rp 8.000,00. Standar deh harganya. Saya pun ikutan pesan minuman untuk dibawa pulang, yakni Poca Rempah!


Bungkus, bungkus. Biasanya kalau diminum di tempat pakai cangkir.
Saya jarang minum yang beginian sih, jadi menurut khazanah pengecapan saya yang terbatas ini, rasa poca rempah ini mirip wedang ronde yang dikasih susu kental manis coklat. Secara warnanya memang kecoklatan gitu, hehe...tapi enak kok. Hangat-hangat segar, gitu.
Menu lain yang saya suka di sini adalah risoles. Nggak tahu karena saya memang suka atau gimana, risoles di Joglo Manis Ponorogo ini menggoda. Ada beberapa macam pilihan. Sila intip buku menunya atau tanya ke mas dan mbak pramusaji. Harganya kalau nggak salah mulai dari Rp 8.000,00.
Yang juga asyik di Joglo Manis Ponorogo adalah toilet baru dan musholla barunya. Dulu toiletnya nggak nyaman karena nyempil. Mushollanya dulu juga sempit. Sekarang toiletnya berjejer rapi. Meski mungil tapi bersih, terang dan wangi. Pakai pintu geser pula. (Apa hubungannya?) Tempat wudhu ada di depan toilet, berjejer rapi juga. Tapi sayangnya terbuka. Jadi muslimah susah mau wudhu. Wudhu di toilet nggak ada kran khususnya. Terpaksa ambil dari bak mandi dengan air dikucurkan. Semoga ada perbaikan untuk ini, ya. Aaamiiin. Oya, toiletnya tidak dipisah pria dan wanita, jadi pilih-pilih saja, ya.
Mushollanya cukup lapang. Ada tiga shof di belakang imam. Tiap shof bisa diisi lima orang kecuali shof terakhir cuma cukup untuk tiga orang berhubung ada lemari penyimpanan mukena di situ. Sajadah selalu terhampar, mukena pun tersedia banyak. Sip, deh.

lezatnya chicken steak

Lezatnya chicken steak



            Mungkin kalian semua pasti pernah mencoba makanan yang satu ini, betul banget makanan yang satu ini adalah makanan yang sudah terkenal di kalangan anak muda. Yatu chicken steak atau bahasa indonesianya steak ayam ini memiliki rasa oriental. Mumpung lagi di ponorogo, kali ini kita akan membahas chicken steak yang terkena di sini. Salah satu tempat maem steak yang terkenal yaitu ds atau depot steak yang letaknya berada di jl.pramuka atau tepatnya berada di sebelah gedung olahraga ponorogo.

            Steak ayam yang ada di depot steak ini memang benar-benar lazies dan harganya nggak bikin kantong bolong. Hanya dengan merogoh kocek sebesar 13.000 untuk steak ayam dan 14.000 untuk steak sapi. Di ds ini juga menyediakan porsi  jumbo, untuk yang jumbo ini harganya dua kali lipat untuk yang harga biasa. Untuk steak ayam jumbo harganya 26.000 dan untuk yang steak spi harganya 28.000 saja. Murah banget kan jika dibandingkan dengan makan steak di restoran atau café-café. Selain itu suasana di ds ini juga cukup nyaman, dekorasi ruangannya masih menggunakan rumah tempo dulu.

            Steak ayam yang ada disini disajikan dalam hot plate, oleh karena itu steaknya akan tetap terjaga panasnya. Dalam satu porsinya terdiri dari ayam yang digoreng dengan tepung yang crispy dan garing, dan seperti steak ayam pada umumnya akan disajikan berdampingan dengan sayuran. Seperti, buncis, wortel yang direbus. Juga tak lupa potongan kentang yang digoreng sebagai makanan karbohidratnya.dan ditutup dengan saus steak yang disiram diatasnya, disini sausnya akan dipisah jadi kamu bisa memakannya dengan cara sausnya dituang di atas steak ataupun hanya dengan dicelup ke dalam saus saja.  Kalau kamu masih belum kenyang juga, disini juga menyediakan nasi putih, aneka soup, dan aneka makanan yang lain. Seperti soup temlo, nasi ayam goring. Untuk minumannnya disini menyediakan aneka jus seperti jus jambu, jus tomat, melon, wortel, stroberi. Harga untuk minumannnya sendiri juga ramah dikantong. Untuk segelas jus yang yummy dihargai hanya dengan 5000 saja, dan untuk minuman lainseperti es teh 3500, dan aneka soft drink dihargai 5000.

Giyanti Coffee Roastery

Giyanti Coffee Roastery Jakarta


I have heard a lot of great things from this particular coffee shop and I couldn't handle myself from not coming here, even on the current rainy days like this, I am still on board.

This particular coffee shop is called Giyanti Coffee Roastery located in the Menteng Area, Jalan Surabaya No. 20 to be exact. It's a vintage coffee shop owned by a coffee enthusiast named Hendrik Halianto (and let me tell you, he is a coffee genius). Giyanti was divided into two areas: indoor and outdoor. I was pretty impressed by how the coffee shop looked because as you guys probably recall, I am an avid fan of earthy elements and minimal design for a coffee shop, Giyanti offered both and it was splendid of them. The venue was not very spacious, but it's a really homey and comfortable place to have a coffee break.

The outdoor area was a slightly more humid dring the day while the indoor area's air-conditioned all day.


Another tremendous thing about Giyanti that I need to highlight: no smoking allowed! Yes!!! And not to mention, the smoke from the cigarettes could degrade the coffee beans quality.

I went here with Aline from Foolosophy, she is my feast partner-in-crime, hence you could call her BEAST (jk). We ordered two cups of coffee and some pastries to save the day. For your information, Giyanti brews Single Origin coffees and the fabulous espresso machine was the La Victoria Arduino *bling*.

Cappuccino (with Bali Kintamani beans)
IDR 34k
Let me just cut this short and crowned this THE BEST CAPPUCCINO I HAVE HAD SO FAR IN LIFE! Yes, when I am THAT sure to label something as "the best" then I must have meant it! I love how Mr. Hendrik could read me and pointed that I must loved chocolaty coffee (psychic much?) but he was right on the spot and his cappuccino creation was just perfect! I would really love you guys to have this on your visit. This one was different in a gloriously good way.

PS: The latte art should be a lot better than this comparing to the next order (piccolo) but I was like 5 minutes late (thanks to the traffic jam stuck) so Aline went to order first.

Piccolo (Bali Kintamani Beans)
IDR 34k
This cup of Piccolo was awesomely brewed, loving the balance of the coffee and the steamed milk creating a lovely overall flavor. If you guys wondering what Piccolo is, it's actually tasted more like a latte for me (and I am answering this based on my experience) only it's slightly different on the presentation.

Gluten Free Chocolate Brownies
IDR 25k
This came with rich chocolate flavor but I found this way too milky for my taste bud, if you appreciate milky flavor to your meals, this one would be lovely for you.

Almond Croissant
IDR 25k
If you wished for a crispy coating croissant with buttery flavor, then this one might not be for you, but what I can tell you that this croissant was so moist and the flavor was just beautiful. I found this really decent to be honest, how about you?

Overall, my visit Giyanti was superb! I had a nice quick chat with Mr. Hendrik, it was glad to share...err, wait a second, I didn't feel like sharing anything because Mr. Hendrik gave me worthy information about coffee while I didn't (forgive this loser) and most importantly, the coffee was spectacular. I easily awarded this as ONE OF THE BEST COFFEE SHOP IN JAKARTA. Period. I am missing the cappuccino at the moment.

Reog Coffee Ponorogo

Reog Coffee Ponorogo


Cafe dengan konsep  dekorasi dan ruangan bertema vintage di Ponorogo menjadi salah satu tempat nongkrong menarik yang menawarkan suasana yang berbeda. Reog Coffee adalah cafe berkonsep vintage di Ponorogo yang harus kamu datengin. Tempat ini menjadi pilihan yang sangat pas untuk menikmati berbagai sajian makanan dan minuman ala cafe dengan pasangan atau teman-teman kamu.
Terletak di jalan Imam Bonjol, barat alun-alun kota Ponorogo. Reog Coffee memiliki 3 ruangan, ruangan pertama adalah bagian outdoor, di bagian ini terdapat kursi kayu yang menghadap ke jalan raya. Bagian ini sengaja dikhususkan untuk para perokok.
(facebook.com)
(facebook.com)
Di bagian kedua ada ruangan utama, di ruangan ini konsep vintage semakin melekat. Hiasan dinding, foto, jam antik hingga piringan hitam juga ikut melengkapai ruangan utama cafe ini. Dekorasi ruangan dengan hiasan dinding ala vintage dengan pola dinding batu bata ditemani dengan lampu-lampu gantung membuat suasananya menjadi sangat nyaman.
(facebook.com)
(facebook.com)
Bagian ketiga adalah ruangan outdoor yang terletak di belakang ruangan utama. Disini juga terdapat kursi-kursi kayu dan taman kecil yang akan membuatmu betah berlama-lama di Reog Coffee. Ruangan ini dapat menampung 15 sampai 20 orang pengunjung.
(facebook.com)
(facebook.com)
Pelayanannya yang cepat, ramah dan suasanyanya yang menyenangkan membuat Reog Coffee menjadi salah satu tempat makan enak di Ponorogo yang cukup populer. Bagi kamu yang ingin berkunjung kesini, ada beberapa menu makanan yang harus kamu cobain.

WAFFLE ICE CREAM

(facebook.com)
(facebook.com)

RICE GINGER SAND & POTATO BLACK PAPER

(facebook.com)
(instagram.com)