Jumat, 14 April 2017

cafe steak pedas

HOT STEAK PEDAS
Makan malem apa yaa enaknya? Mumpung awal bulan sangu masih utuh nih, ogah dong penyetan lagi penyetan terus. Pengen makan yang beda dari makanan warung sehari-hari ah, berarti pilih makanan yang agak bule dikit dong ya. Gampangnya sih bisa langsung melipir ke Hot Steak Pedas, si juragan steak alias makanan barat yang berkelas tapi harga nggak nguras. Kamu kamu yang mahasiswa harus nih langganan kesini (kalo awal bulan aja yah wkwkwk).

Hot Steak Pedas gate
Hot Steak Pedas outlet
Selalu rame dan selalu full, overload gituh. Iya-iyalah kan menunya banyaaaak dan varian steaknya beda dari yang lain antara lain ada menu crispy steak, menu chicken steak, menu beef steak, menu sirloin steak, menu tenderloin steak, menu t-bone steak, dan yang paling lain adalah seafood steak. Mimin sih baru tahu ada seafood dimasak steak. Penasaran kan?
Ohya, untuk tiap steak ada tiga pilihan saus steak yang bisa dipilih ada saus rasa mushroom, barbeque, dan blackpepper.  Tiap steak juga tersedia tiga pilihan level: Bagi yang tidak suka dengan pedas, bisa pilih varian Original. Bagi yg suka pedas tapi masih cari aman, bisa pilih varian Hot. Bagi yg suka pedes banget, bisa pilih varian Extra Hot 😁
Hot Steak Pedas Chicken Cheese Steak
Hot Steak Pedas Crispy Dori
Yang pertama kita ulas dulu menu yang paling umum ada di setiap warung steak, yakni steak ayam, Chicken Cheese Steak (14,5k) yang terdiri dari steak ayam ditaburi dengan serutan keju di atasnya lengkap dengan telur, sayur dan kentang. Ada juga menu crispy steak yang diwakili oleh Crispy Dori (16k) yang terdiri dari ikan dori yang dimasak crispy.
Hot Steak Pedas Cumi Hotplate
Hot Steak Pedas Udang hotplate madu
Nah, ini yang paling ditunggu, menu seafood steak di sini ada Cumi Hotplate Steak (20k) yang terdiri dari cumi disertai dengan taburan keju serut dan saus blackpepper dan juga Udang Hotplate Madu (24k) yang terdiri dari udang dibumbu madu lalu dijadikan steak. Hmm keliatan legit banget!
Hot Steak Pedas sirloin steak premium
Yang terakhir ada menu Sirloin Steak Premium (40k) sebagai menu penutup, dengan level extra hot dan saus blackpepper. Yummmmyy! Untuk menu minuman rata-rata di bawah 10k juga, antara lain ada es teh, ada milk shake, dan masih banyak lagi. Kapan lagi makan steak dibawah 25ribu?

ice creamel

Creamel: Ice Cream dalam Tempurung Kelapa dengan Banyak Topping


Lawatan saya ke Malang beberapa minggu yang lalu menyadarkan saya bahwa lagi banyak kuliner unik di Malang dengan harga terjangkau, banyak sekali bahkan. Saya lihat di Surabaya tidak ada kuliner - kuliner seperti itu, kebanyakan kafe dengan menu ala barat dengan berbagai variasi harga tergantung segmentasi pelanggan, paling - paling yang saya tau ada kuliner unik ya gorengan girang di deket Unair kampus B. Nah, sekarang ada lagi kuliner unik baru yang buka di Surabaya, namanya Creamel yang terletak di jalan Ngagel Jaya Barat nomor 63, Surabaya. Letaknya ini agak masuk ke perumahan warga jadi bukan di jalan besar, kalau saya kemarin lewat Lumer lurus mentok lalu belok kiri. Saat hampir bertemu dengan jalan besar nanti sebelah kiri ada Creamel yang sepertinya menempati bekas garasi rumah, ya emang buka bisnis di Surabaya ini harus modal besar kayaknya jadi ya gak bisa langsung buka di lokasi strategis, coba di Malang semua kuliner unik - unik menempati ruko - ruko di jalan - jalan protokol. Menu utama yang ada disini adalah Thai Coconut Ice Cream seharga 18 ribu rupiah.












Dengan harga 18 ribu rupiah kita bisa memilih 1 rasa ice cream, 1 topping, dan 1 syrup, setiap ada tambahan topping dikenakan harga 3 ribu dan kalo ada tambahan ice cream dikenakan harga 7 ribu rupiah. Ada 3 pilihan rasa ice cream yaitu vanilla, chocholate, dan green tea. Topping juga tidak kalah banyak pilihannya, ada oreo, nutella, keju, koko krunch, marsh mallow. Pilihan sirup yang bisa dipilih juga ada caramel, strawberry, dan blueberry. Saat saya datang ada promo gratis topping red velvet kalo upload di instagram, saya pun tidak melewatkan kesempatan itu, hehehe. Setau saya kelapa itu besar, tetapi kalo di creamel ini jadinya kecil, apa mungkin kulitnya yang tebal sudah dikupas ya? gak tau juga saya. Rasa dari pesanan saya yang terdiri dari ice cream green tea ditambahkan marsh mallow dan dituangkan sirup caramel cukup enak, tetapi saya hanya menemukan sedikit isi dari kelapa muda, biasanya kan kita bisa dapet banyak isi kelapa muda kalo langsung makan dari batoknya, tetapi ini sudah tinggal sedikit, apa gara - gara kelapa yang dipake masih muda ya jadi isi dari kelapa mudanya belum muncul. Selain menyediakan Thai Coconut Ice Cream, disini juga ada Pop Ice cream, soda float berbagai rasa, dan hot cream, tinggal pilih mau beli yang mana. Selamat mencoba!

rumah kopi dan teh

Rumah Kopi dan Teh yang Menawarkan Lebih Dari Kenyamanan

Oost Koffie & Thee Dari Depan
Di sebuah bangunan berbentuk rumah ini saya mendapatkan semua yang saya cari-cari dari sebuah kedai kopi: suasana yang nyaman, makanan yang lezat, dan tentu saja kopi serta teh yang mantap.
Mungkin Artebianz akan sedikit kesulitan saat mencari letak kedai kopi yang bersebelahan dengan sekolah memasak ini. Sebab, tidak seperti kebanyakan kedai kopi yang mengandalkan letak yang strategis, Oost Kaffie & Thee justru memilih sebuah rumah biasa yang sama sekali tidak mencolok.

Outdoor dan Indoor di Oost Koffie & Thee

Seperti Coffee Bean & Tea Leaf Surabaya Town Square, Oost Kaffie & Thee memiliki dua ruangan, indoor dan outdoor, yang masing-masing menawarkan suasana berbeda. Artebianz akan merasakan suasana homey yang nyaman di ruangan indoor.
Oost Koffie & Thee Indoor
Selain karena bangunan yang digunakan semula memang adalah sebuah hunian, nuansa hangat dan akrab di ruangan indoor juga didukung oleh furnitur yang didominasi oleh kayu.Ruangan ini juga cocok digunakan untuk rapat—seperti yang dilakukan oleh Tim Artebia di setiap kunjungan kami.Menu Makanan Oost Koffie & Thee
Oost Koffie & Thee memiliki beberapa menu andalan yaitu Martabak Ibu Judes, Bitterballen, olahan ayam yang diberi nama Nona Gorjes.


Sayangnya, saat mengunjungi Oost Koffie & Thee, Tim Artebia tidak bisa mencicipi Martabak Ibu Judes dan ayam si Nona Gorjes. Kami hanya sempat mencicipi bitterballen.

Bitterballen

Kuliner khas Belanda ini nyaris serupa dengan kroket. Penggunaan rempah-rempah, yang saya duga merica dan pala, yang nyaris ada di setiap kuliner Belanda juga terasa ketika Tim Artebia mencicipi bitterballen.

Bedanya, Artebianz, bitterballen tidak memiliki pelapis kulit seperti kroket. Ia disaluti langsung dengan tepung dan ragout. Sehingga begitu kita menggigit bola-bola daging ini akan langsung terasa garingnya kulit bitterballen, sebelum kemudian lidah kita bertemu dengan isinya yang lembut. Dan Artebianz, yakinlah, satu porsi bitterballen tidak akan cukup sebagai teman ngobrol Anda. Karena Tim Artebia sendiri nyaris lupa apa yang kami bicarakan saat menikmati salah satu menu andalan Oost Koffie & Thee ini.

Akan tetapi, selain tiga menu andalan tersebut, Tim Artebia juga memiliki menu favorit yang mungkin bisa menjadi pilihan bagi Artebianz sewaktu mengunjungi kedai kopi dan teh ini.
Menu Makanan Oost Koffie & Thee
Oost Koffie & Thee memiliki beberapa menu andalan yaitu Martabak Ibu JudesBitterballen, olahan ayam yang diberi nama Nona Gorjes.

Sayangnya, saat mengunjungi Oost Koffie & Thee, Tim Artebia tidak bisa mencicipi Martabak Ibu Judes dan ayam si Nona Gorjes. Kami hanya sempat mencicipi bitterballen.
Bitterballen
Kuliner khas Belanda ini nyaris serupa dengan kroket. Penggunaan rempah-rempah, yang saya duga merica dan pala, yang nyaris ada di setiap kuliner Belanda juga terasa ketika Tim Artebia mencicipi bitterballen.
Bedanya, Artebianz, bitterballen tidak memiliki pelapis kulit seperti kroket. Ia disaluti langsung dengan tepung dan ragout. Sehingga begitu kita menggigit bola-bola daging ini akan langsung terasa garingnya kulit bitterballen, sebelum kemudian lidah kita bertemu dengan isinya yang lembut. Dan Artebianz, yakinlah, satu porsi bitterballen tidak akan cukup sebagai teman ngobrol Anda. Karena Tim Artebia sendiri nyaris lupa apa yang kami bicarakan saat menikmati salah satu menu andalan Oost Koffie & Thee ini.
Akan tetapi, selain tiga menu andalan tersebut, Tim Artebia juga memiliki menu favorit yang mungkin bisa menjadi pilihan bagi Artebianz sewaktu mengunjungi kedai kopi dan teh ini.

1. Siomay Bapak Dielus

Siomay Bapak Dielus
Meski memiliki nama aneh, makanan ini aslinya adalah siomay kukus daging ayam. Konon siomay dengan isian daging ayam ini tidak akan membuat Artebianz merasa bersalah saat menikmatinya. Walau ia datang dalam kukusan yang terbuat dari bambu dan isinya lumayan banyak (kurang lebih 10 buah siomay).
Berbeda dengan siomay yang Tim Artebia cicipi di Kedai Es Krim Zangrandi yang begitu berbumbu, siomay khas Oost Koffie & Thee lebih ringan di bumbu. Hal ini bisa dimaklumi karena satu porsi siomay Oost Koffie & Thee cukup banyak. Tidak seperti siomay Zangrandi yang dalam satu porsinya berisi dua siomay.

2. Boerenomellete

Boerenomellette
Menu kedua yang ramai-ramai dinikmati oleh Tim Artebia ini adalah telur omelet yang didampingi oleh makanan pendamping berupa kentang tumbuk.
Konon, omelet ini dibuat khas omelet para petani di Belanda. Oost Koffie & Thee menyajikan boerenomellete dan kentang tumbuknya dengan perbandingan yang cukup kentara. Omelet Oost Koffie & Thee dibuat lebih kaya bumbu dibanding kentang tumbuknya. Namun perbedaan itu membuat keseimbangan antara omelet dan kentang tumbuk saat Tim Artebia memakan suap demi suap omelet khas petani di Belanda ini. Saat menikmati menu ini, saya sarankan Artebianz mendampinginya dengan minuman hangat.
Dengan boerenomellete dan secangkir teh hangat di meja Oost Koffie & Thee serta ditingkahi oleh alunan musik…. Ah, betapa menyenangkannya, Artebianz!

3. Cheezy Kaya Tosti

Cheezy Kaya Tosti
Sayang Artebianz, saya tidak menjelaskan bagaimana rasa roti dengan selai kaya dan lelehan keju mozarella ini, karena menu ini tidak kami nikmati bersama. Weits! Tapi jangan khawatir, karena ada partner saya, Nadia Sabila yang akan menjelaskan bagaimana rasa menu pilihannya ini.
Saat saya ‘wawancarai’ untuk menjelaskan rasa menu pilihannya ini, partner saya menjawab kalau Cheezy Kaya Tosti adalah “Roti bakar empuk dengan keju mozarella yang cukup tebal. Rasanya gurih dan ringan. Perpaduan mozarella dan menteganya pas.”
Ia juga menjelaskan kalau “…. dengan irisan stroberi dan apel, [Cheezy Kaya] cocok untuk sarapan.”

4. Gebakken Panekuk

Gebakken Panekuk
Berbeda dengan panekuk yang biasa saya makan, kue panekuk Oost Koffie & Thee ini begitu tipis dan garing pinggirannya. Sehingga alih-alih merasakan kelembutan khas panekuk Amerika yang biasa saya makan, saya justru menemukan kerenyahan khas crepes.
Namun berbeda dengan crepes yang biasa diisi dan digulung hingga menyerupai terompet, panekuk ala Negeri Kincir ini hanya ditaburi dengan sesuatu—yang kami duga adalah bubuk kayu manis—kemudian digulung, lalu disiram dengan topping pilihan pengunjung Oost Koffie & Thee.
Di antara semua topping yang ditawarkan oleh Oost Koffie & Thee, saya memilih blueberryAnd… it was very delicious, Artebianz! Dengan teman minuman hangat, meski dingin malam mulai menyelusup, perut saya tetap terasa nyaman.
Menu Minuman Oost Koffie & Thee
Sebagai kedai kopi dan teh, tentu saja kedua minuman tersebut tidak boleh kita lewatkan saat mengunjungi Oost Koffie & Thee. Nyaris seharian berada di kedai kopi di Jalan Kaliwaron ini memberikan kesempatan bagi Tim Artebianz untuk mencoba berbagai menu minuman yang ada di sana, mulai dari teh dingin hingga kopi hangat. Untuk varian minuman kopi dan teh, meski dibandrol dengan harga yang normal—tidak mengezutkan seperti di sebagian besar kedai kopi franchise yang ada di Surabaya—Oost Koffie & Thee memberikan sensasi kopi yang bisa dibilang setara dengan kedai-kedai kopi franchise ternama.
Bedanya mungkin di varian jenis minuman kopi dan teh yang lebih banyak. Di Oost Koffie & Thee tidak hanya ada Cappuccino atau Moccacino, tetapi juga ada beberapa jenis minuman kopi yang belum pernah saya dengar. Ada Hawaiian KoffieAfrican Koffie, hingga beberapa varian yang belum pernah saya dengar namanya.
Moccacino
Tidak berbeda dengan varian minuman kopi, teh yang ditawarkan oleh Oost Koffie & Thee pun lumayan banyak. Dari pengalaman saya mencicipi kedai dan restoran, rata-rata usaha semacam ini jika memiliki varian menu yang terlalu banyak akan membuat rasa minuman dan makanannya kurang terjaga. Akan tetapi tidak demikian dengan kopi dan teh yang ada di Oost Koffie & Thee, kekentalan dan rasa kopi juga teh tetap terjaga.
Misalnya saja pada pesanan saya, teh apel yang berupa teh dingin dengan irisan apel di dalamnya. Saat meneguk minuman ini, saya tetap bisa merasakan teh walau di dalam minumannya ada campuran lain.
Atau pada varian minuman teh yang dipesan oleh partner saya, Nadia Sabila, yang sama seperti saya, gemar menikmati makanan dan minuman. Ia memesan Munthee, yang menurutnya “melegakan tenggorokan dan menghangatkan tubuh.” Ini karena daun mint yang ada di dalam teko teh yang sangat banyak. Saking banyaknya, Nadia sampai berkata kalau setelah meminum munthee ia merasa seperti habis sikat gigi Laughing
Munthee
Apalagi dengan bonus kudapan kembang goyang yang ada di tiap minuman hangat membuat varian "... teh di Oost Koffie & Thee terasa klasik dan berkesan hangat", tambah Nadia.
FYI, Artebianz yang ingin menjaga dietnya, munthee ini cocok banget, lho. Selain karena pemanisnya berupa madu, daun mint sendiri ternyata berkhasiat untuk menjaga kita agar tidak mudah tergoda aroma makanan.

coffee studio

Seniman Coffee Studio : Kedai Kopi Unik di Ubud Bali


Weekend kemaren, aku diculik ke Ubud ama blogger paling #congkak se Indonesia, ya pasti udah pada tahu lah ya, itu tuh si Cumilebay.com. Heuheuheu. Katanya sih si doi lagi ada project di Pasar Ubud, yaudah aku ngikut aja.

Jujur ya, meski udah puluhan kali ke Bali, ini baru pertama kali aku ke Ubud, itulah yang bikin aku semangat buat diculik ke Ubud. Sebenernya gak terlalu jauh sih Ubud itu, cuma gegara Macet cet cet, jadinya rasanya lamaaa bangeeet sampai sana.

Ternyata Ubud itu rame juga ya ama bule, meskipun jauh dari pantai. Karena disini yang dijual bukan pemandangan pantai, tapi pemandangan pedesaan, persawahan dan hutan penuh monyet.

Karena aku gak mau ikutan blusukan ke Pasar Ubud, akhirnya aku minta diturunin aja di salah satu cafe di sekitar Pasar Ubud, setelah muter muter beberapa kali, akhirnya nemu tuh tempat nongki, namanya Hujan Locale yang lokasinya di Jalan Sriwedari. Tapi pas kita udah duduk di salah satu kursi di pojokan, tiba tiba salah satu karyawan mendekat dan bilang "maaf mas, sekarang belum buka, nanti jam 12 baru buka". Weleh, ternyata belum buka, dan pas kulihat jam, sekarang baru jam 11 siang.

Yaudah kita jalan mlipir ke sebelahnya, kita jalan kaki karena om cumi udah meluncur ke Pasar Ubud pake mobil. Gak jauh dari Hujan Locale, kita nemu cafe yang lucu deh, namanya Seniman Coffee Studio yang lokasinya masih di Jalan Sriwedari juga.

seniman coffee studio ubud bali 3
Saat memasuki cafe nya, aku merasa asing nih, lha wong cafe ini udah penuh ama penikmat kopi yang semuanya bule, sekali lagi "bule". Cuma kita dan barista nya yang lokal, heuheuheu.

Sesuai dengan namanya ya, bagian dalam nya didesain dengan penuh nuansa seni. Aku terpukau dengan kursi kursi plastik putih yang sebenarnya biasa saja, tapi disulap menjadi kursi goyang dengan menambahkan kayu di kaki kaki nya. Kemudian penyajiannya itu lho, satu sajian kopi terdiri dari satu gelas kopi, sepotong kue (nagasari), dan segelas air putih yang gelasnya terbuat dari botol yang dibentuk/dipotong menjadi gelas.

seniman coffee studio ubud bali 1

Menurutku spot yang paling oke buat nongkrong tuh ya di depan bar nya, disitu kita bisa melihat langsung para barista dalam mengolah biji kopi menjadi satu sajian kopi yang nikmat. Bila melihat gelas gelas kimia yang digunakan, rasanya lagi nongkrong di Laboratorium Kimia gitu deh.

Oia jangan lupa buat menyapa barista nya, mereka ramah ramah, dan senang bila pengunjung bertanya tanya. Seperti aku kemaren, sampai sampai aku disuruh nyicip kopi hasil racikannya, gak tanggung tanggung, aku dapet 3 sloki kecil dari 3 jenis kopi yang berbeda, ada kopi Sumatra, Kintamani dan Kenya. Nah dari ketiganya itu, yang paling special tuh yang Kopi Kenya, rasanya ringan mirip banget ama rasa teh yang diseduh tanpa gula, cuman agak wangi wangi gimana gitu.


Selain menyajikan kopi nikmat yang dinikmati di tempat, Seniman Coffee ini juga menjual Biji Kopi dan teh seduh lho, jadi bisa diolah di rumah dan dinikmati kapan aja. Selain itu juga menjual pernak pernik/merchandise seperti kaos, tote bag, berbagai peralatan yang terbuat dari botol bir yang didaur ulang, dan alat pembuat kopi. Nah lebih lengkapnya silakan kunjungi website nya di http://senimancoffee.com

Jadi buat kalian yang hobi nongkrong, hobi ngopi dan pengen merasakan suasana lain dalam menikmati sajian kopi, monggo mampir ke Seniman Coffee Studio yang beralamat di Jalan Sriwedari No. 5 Ubud, Bali

pondok kopi savier

Ke Sarangan? Cobain Mampir di Pondok Kopi Savier

Cuaca yang sudah tidak bersahabat sejak saya masih di Magetan hingga tiba di Sarangan alhasil membuat Sarangan hari itu menjadi terasa sangat dingin. Setelah mengisi amunisi sembari menunggu hujan reda di Warung Iga Bakar Yang Goprak, lalu nekat keliling di Telaga Sarangan walaupun dalam kondisi gerimis, akhirnya sebelum pulang saya memutuskan untuk mampir dulu di sebuah Kedai Kopi yang terletak di Jalan Raya Sarangan – Tawangmangu. Namanya Pondok Kopi Savier. Mengunjungi tempat wisata di daerah yang dingin selalu membuat saya penasaran ingin mencicipi kuliner yang serba panas. Kebayang kan nikmatnya membungkus tubuh dengan jaket tebal sembari menyeruput secangkir minuman panas.
Tepat pukul tiga sore, saya dan Chunil (nama panggilan untuk adik semata wayang saya), sudah bertolak dari Telaga Sarangan menuju Pondok Kopi Savier. Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke sana. Selain memang lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Telaga Sarangan, adik saya pun sebelumnya sudah pernah ke Kedai Kopi ini. Jadi tidak perlu get lost.
Saat tiba di sana, beberapa mobil dan sepeda motor sudah berjejer rapi. Seperti kata adik saya, tempat ini memang selalu ramai pengunjung. Dari luar, Pondok Kopi Savier keliatannya tidak terlalu besar. Saya pun sudah khawatir kalau tidak kebagian tempat duduk.
Pondok Kopi Savier
Pondok Kopi Savier
Namun saat masuk ke dalam, saya bingung sendiri karena ternyata masih banyak tempat kosong. Loh?? Ternyata area duduk bagi pengunjung tidak hanya terletak di area depan saja. Kalau turun lagi sedikit ke bawah, area duduk masih sangat luas.
Jalan Turun Ke Area Bawah Pondok Kopi Savier
Jalan Turun Ke Area Bawah Pondok Kopi Savier
Tinggal pilih mau duduk di area mana. Yaa…, kalau masih sepi juga sih. Kalau sedang ramai seperti saat saya datang, pilihan tempat duduk yang viewnya pas agak susah didapatkan. Nah, saya sendiri sebenarnya cukup beruntung karena mendapatkan tempat duduk yang viewnya lumayan bagus. Sayangnya karena cuaca yang sedari tadi mendung dan sempat hujan, pemandangannya jadi tertutup kabut 😦
Pemandangan Yang Masih Tertutup Kabut Tebal
Pemandangan Yang Masih Tertutup Kabut Tebal
Hal pertama yang saya lakukan setelah mendapatkan tempat duduk adalah order menu. Saat melihat daftar menu, ternyata pilihan menunya cukup banyak. Yang bikin happy juga adalah harganya yang sangat bersahabat dengan dompet. Walaupun terlihat sebagai tempat yang mewah, kulineran di Pondok Kopi Savier ternyata tidak bikin dompet meringis.
Ayo Dipilih Menunya :D
Ayo Dipilih Menunya 😀
Pilihan kami akhinya jatuh pada kopi susu dan coklat conpana panas. Untuk kunyah-kunyah, berhubung masih agak kenyang, kami hanya memesan pisang bakar keju dan brokoli krispy. Nyummm…!
Ketika pesanan minuman datang, tidak menunggu lama saya langsung menyeruput coklat yang masih mengepul panas. Enak! Belum lagi snack yang saya pesan rasanya tidak kalah enak. Secara keseluruhan, makanan dan minuman di Pondok Kopi Savier ini okelah.
Kopi Susu & Coklat Panas ala Savier
Kopi Susu & Coklat Conpana Panas ala Savier
Snacknya Juara, Nyumm...
Snacknya Juara, Nyumm…
Oh iya, saya juga cukup beruntung. Ketika pesanan datang, perlahan kabut mulai menghilang. View dari Pondok Kopi Savier yang digadang-gadang bisa menyejukkan mata dan hati akhirnya bisa saya lihat sembari menikmati hidangan makanan dan minuman.
Pemandangannya Bikin Mata Adem
Pemandangan Senjanya Bikin Mata Adem
Puas sekali. Udara dingin yang sejuk, pemandangan yang indah, serta makanan minuman yang rasanya enak, benar-benar menjadi perpaduan yang luar biasa. Recommended untuk dicoba. Tempatnya pas untuk berkumpul bersama keluarga dan teman. Yang mau kencan di sini juga bisa loh, dijamin suasananya jadi makin romantis 😀

Garang Asem

Garang Asem Bu Parti Ngasinan Jetis Ponorogo

‘GARANG ASEM SUPER PEDAS’ BU PARTI

youtube.com
youtube.com
youtube.com
youtube.com
youtube.com
youtube.com
Selain pelanggan dari warga sekitar, garang asem Bu Parti ini juga terkenal hingga ke ibu kota. Sebut saja Edhie Baskoro Yudhoyono, putra dari mantan presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Dari kalangan artis pun juga ada seperti Ikang Fawzi. Bahkan pengunjung dari negara lain seperti dari Italia dan juga Jerman.
Setelah tadi kita melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan garang asem Bu Parti di Ngasinan Jetis Ponorogo. Sekarang waktunya untuk mencicipi bagaimana lezatnya masakan dari Bu Parti ini. Pengunjung yang menikmati masakan garang asem Bu Parti ini sangat puas sekali dengan rasa garang asem yang ditawarkan ini. Tidak asal pedas namun masakan ini juga tetap terjaga kelezatannya.
youtube.com
youtube.com
Selain garang asem pedas, ada juga ayam goreng, garang asem tawon, ikan bandeng dan masih banyak lagi. Bagaimana, anda tertarik untuk mencicipinya? Datang saja langsung bersama teman dan keluarga untuk berwisata kuliner ke ngasinan Jetis Ponorogo. Warung makan Bu Parti ini buka mulai dari jam 7 pagi sampai jam 10 malam dan akan mulai ramai pengunjung saat jam-jam makan siang.