Di sebuah bangunan berbentuk rumah ini saya mendapatkan semua yang saya cari-cari dari sebuah kedai kopi: suasana yang nyaman, makanan yang lezat, dan tentu saja kopi serta teh yang mantap.
Mungkin Artebianz akan sedikit kesulitan saat mencari letak kedai kopi yang bersebelahan dengan sekolah memasak ini. Sebab, tidak seperti kebanyakan kedai kopi yang mengandalkan letak yang strategis, Oost Kaffie & Thee justru memilih sebuah rumah biasa yang sama sekali tidak mencolok.
Outdoor dan Indoor di Oost Koffie & Thee
Seperti
Coffee Bean & Tea Leaf Surabaya Town Square, Oost Kaffie & Thee memiliki dua ruangan,
indoor dan
outdoor, yang masing-masing menawarkan suasana berbeda. Artebianz akan merasakan suasana
homey yang nyaman di ruangan
indoor.
Selain karena bangunan yang digunakan semula memang adalah sebuah hunian, nuansa hangat dan akrab di ruangan indoor juga didukung oleh furnitur yang didominasi oleh kayu.Ruangan ini juga cocok digunakan untuk rapat—seperti yang dilakukan oleh Tim Artebia di setiap kunjungan kami.Menu Makanan Oost Koffie & Thee
Oost Koffie & Thee memiliki beberapa menu andalan yaitu Martabak Ibu Judes, Bitterballen, olahan ayam yang diberi nama Nona Gorjes.
Sayangnya, saat mengunjungi Oost Koffie & Thee, Tim Artebia tidak bisa mencicipi Martabak Ibu Judes dan ayam si Nona Gorjes. Kami hanya sempat mencicipi bitterballen.
Bitterballen
Kuliner khas Belanda ini nyaris serupa dengan kroket. Penggunaan rempah-rempah, yang saya duga merica dan pala, yang nyaris ada di setiap kuliner Belanda juga terasa ketika Tim Artebia mencicipi bitterballen.
Bedanya, Artebianz, bitterballen tidak memiliki pelapis kulit seperti kroket. Ia disaluti langsung dengan tepung dan ragout. Sehingga begitu kita menggigit bola-bola daging ini akan langsung terasa garingnya kulit bitterballen, sebelum kemudian lidah kita bertemu dengan isinya yang lembut. Dan Artebianz, yakinlah, satu porsi bitterballen tidak akan cukup sebagai teman ngobrol Anda. Karena Tim Artebia sendiri nyaris lupa apa yang kami bicarakan saat menikmati salah satu menu andalan Oost Koffie & Thee ini.
Akan tetapi, selain tiga menu andalan tersebut, Tim Artebia juga memiliki menu favorit yang mungkin bisa menjadi pilihan bagi Artebianz sewaktu mengunjungi kedai kopi dan teh ini.
Menu Makanan Oost Koffie & Thee
Oost Koffie & Thee memiliki beberapa menu andalan yaitu Martabak Ibu Judes, Bitterballen, olahan ayam yang diberi nama Nona Gorjes.
Sayangnya, saat mengunjungi Oost Koffie & Thee, Tim Artebia tidak bisa mencicipi Martabak Ibu Judes dan ayam si Nona Gorjes. Kami hanya sempat mencicipi bitterballen.
Kuliner khas Belanda ini nyaris serupa dengan kroket. Penggunaan rempah-rempah, yang saya duga merica dan pala, yang nyaris ada di setiap kuliner Belanda juga terasa ketika Tim Artebia mencicipi bitterballen.
Bedanya, Artebianz, bitterballen tidak memiliki pelapis kulit seperti kroket. Ia disaluti langsung dengan tepung dan ragout. Sehingga begitu kita menggigit bola-bola daging ini akan langsung terasa garingnya kulit bitterballen, sebelum kemudian lidah kita bertemu dengan isinya yang lembut. Dan Artebianz, yakinlah, satu porsi bitterballen tidak akan cukup sebagai teman ngobrol Anda. Karena Tim Artebia sendiri nyaris lupa apa yang kami bicarakan saat menikmati salah satu menu andalan Oost Koffie & Thee ini.
Akan tetapi, selain tiga menu andalan tersebut, Tim Artebia juga memiliki menu favorit yang mungkin bisa menjadi pilihan bagi Artebianz sewaktu mengunjungi kedai kopi dan teh ini.
1. Siomay Bapak Dielus
Meski memiliki nama aneh, makanan ini aslinya adalah siomay kukus daging ayam. Konon siomay dengan isian daging ayam ini tidak akan membuat Artebianz merasa bersalah saat menikmatinya. Walau ia datang dalam kukusan yang terbuat dari bambu dan isinya lumayan banyak (kurang lebih 10 buah siomay).
Berbeda dengan siomay yang Tim Artebia cicipi di
Kedai Es Krim Zangrandi yang begitu berbumbu, siomay khas Oost Koffie & Thee lebih ringan di bumbu. Hal ini bisa dimaklumi karena satu porsi siomay Oost Koffie & Thee cukup banyak. Tidak seperti siomay Zangrandi yang dalam satu porsinya berisi dua siomay.
2. Boerenomellete
Menu kedua yang ramai-ramai dinikmati oleh Tim Artebia ini adalah telur omelet yang didampingi oleh makanan pendamping berupa kentang tumbuk.
Konon, omelet ini dibuat khas omelet para petani di Belanda. Oost Koffie & Thee menyajikan boerenomellete dan kentang tumbuknya dengan perbandingan yang cukup kentara. Omelet Oost Koffie & Thee dibuat lebih kaya bumbu dibanding kentang tumbuknya. Namun perbedaan itu membuat keseimbangan antara omelet dan kentang tumbuk saat Tim Artebia memakan suap demi suap omelet khas petani di Belanda ini. Saat menikmati menu ini, saya sarankan Artebianz mendampinginya dengan minuman hangat.
Dengan boerenomellete dan secangkir teh hangat di meja Oost Koffie & Thee serta ditingkahi oleh alunan musik…. Ah, betapa menyenangkannya, Artebianz!
3. Cheezy Kaya Tosti
Sayang Artebianz, saya tidak menjelaskan bagaimana rasa roti dengan selai kaya dan lelehan keju mozarella ini, karena menu ini tidak kami nikmati bersama. Weits! Tapi jangan khawatir, karena ada partner saya, Nadia Sabila yang akan menjelaskan bagaimana rasa menu pilihannya ini.
Saat saya ‘wawancarai’ untuk menjelaskan rasa menu pilihannya ini, partner saya menjawab kalau Cheezy Kaya Tosti adalah “Roti bakar empuk dengan keju mozarella yang cukup tebal. Rasanya gurih dan ringan. Perpaduan mozarella dan menteganya pas.”
Ia juga menjelaskan kalau “…. dengan irisan stroberi dan apel, [Cheezy Kaya] cocok untuk sarapan.”
4. Gebakken Panekuk
Berbeda dengan panekuk yang biasa saya makan, kue panekuk Oost Koffie & Thee ini begitu tipis dan garing pinggirannya. Sehingga alih-alih merasakan kelembutan khas panekuk Amerika yang biasa saya makan, saya justru menemukan kerenyahan khas crepes.
Namun berbeda dengan crepes yang biasa diisi dan digulung hingga menyerupai terompet, panekuk ala Negeri Kincir ini hanya ditaburi dengan sesuatu—yang kami duga adalah bubuk kayu manis—kemudian digulung, lalu disiram dengan topping pilihan pengunjung Oost Koffie & Thee.
Di antara semua topping yang ditawarkan oleh Oost Koffie & Thee, saya memilih blueberry. And… it was very delicious, Artebianz! Dengan teman minuman hangat, meski dingin malam mulai menyelusup, perut saya tetap terasa nyaman.
Menu Minuman Oost Koffie & Thee
Sebagai kedai kopi dan teh, tentu saja kedua minuman tersebut tidak boleh kita lewatkan saat mengunjungi Oost Koffie & Thee. Nyaris seharian berada di kedai kopi di Jalan Kaliwaron ini memberikan kesempatan bagi Tim Artebianz untuk mencoba berbagai menu minuman yang ada di sana, mulai dari teh dingin hingga kopi hangat. Untuk varian minuman kopi dan teh, meski dibandrol dengan harga yang normal—tidak mengezutkan seperti di sebagian besar kedai kopi franchise yang ada di Surabaya—Oost Koffie & Thee memberikan sensasi kopi yang bisa dibilang setara dengan kedai-kedai kopi franchise ternama.
Bedanya mungkin di varian jenis minuman kopi dan teh yang lebih banyak. Di Oost Koffie & Thee tidak hanya ada Cappuccino atau Moccacino, tetapi juga ada beberapa jenis minuman kopi yang belum pernah saya dengar. Ada Hawaiian Koffie, African Koffie, hingga beberapa varian yang belum pernah saya dengar namanya.
Tidak berbeda dengan varian minuman kopi, teh yang ditawarkan oleh Oost Koffie & Thee pun lumayan banyak. Dari pengalaman saya mencicipi kedai dan restoran, rata-rata usaha semacam ini jika memiliki varian menu yang terlalu banyak akan membuat rasa minuman dan makanannya kurang terjaga. Akan tetapi tidak demikian dengan kopi dan teh yang ada di Oost Koffie & Thee, kekentalan dan rasa kopi juga teh tetap terjaga.
Misalnya saja pada pesanan saya, teh apel yang berupa teh dingin dengan irisan apel di dalamnya. Saat meneguk minuman ini, saya tetap bisa merasakan teh walau di dalam minumannya ada campuran lain.
Atau pada varian minuman teh yang dipesan oleh partner saya, Nadia Sabila, yang sama seperti saya, gemar menikmati makanan dan minuman. Ia memesan
Munthee, yang menurutnya “melegakan tenggorokan dan menghangatkan tubuh.” Ini karena
daun mint yang ada di dalam teko teh yang sangat banyak. Saking banyaknya, Nadia sampai berkata kalau setelah meminum munthee ia merasa seperti habis sikat gigi

Apalagi dengan bonus kudapan kembang goyang yang ada di tiap minuman hangat membuat varian "... teh di Oost Koffie & Thee terasa klasik dan berkesan hangat", tambah Nadia.
FYI, Artebianz yang ingin menjaga dietnya, munthee ini cocok banget, lho. Selain karena pemanisnya berupa madu, daun mint sendiri ternyata berkhasiat untuk menjaga kita agar tidak mudah tergoda aroma makanan.